Bagi waktu kerja menjadi blok pendek yang konsisten, misalnya 45–60 menit, lalu istirahat singkat. Struktur ini memudahkan otak mengenali pola kegiatan sehari-hari.
Gunakan isyarat visual seperti lampu meja khusus, penanda di papan tulis, atau gelas minum yang hanya ada saat bekerja. Isyarat ini memberi penekanan ritual tanpa banyak interupsi.
Fokus pada satu tugas utama per blok waktu; hindari multitasking yang memecah perhatian. Menetapkan tujuan sederhana untuk tiap blok membuat aktivitas terasa lebih terarah.
Sisipkan jeda singkat untuk meregangkan badan, menghirup udara segar, atau menyiapkan minuman. Istirahat singkat memberi jeda mental dan menjaga suasana tetap nyaman.
Akhiri sesi kerja dengan catatan singkat tentang apa yang sudah selesai dan langkah pertama untuk sesi berikutnya. Ritual penutupan membantu berpindah dari mode kerja ke aktivitas lain dengan rapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *